Dari jumlah tersebut, 31 orang hilang di Aceh, 42 orang di Sumatra Utara, dan 72 orang di Sumatra Barat. Data ini diyakini masih dapat berubah mengingat proses pendataan di lapangan terus bergerak.
Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi juga sangat besar. Aceh tercatat memiliki pengungsi terbanyak, mencapai 214.084 orang. Disusul Sumatra Utara 13.689 orang, dan Sumatra Barat 10.854 orang.
Bencana ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memunculkan tantangan besar bagi pemerintah dalam hal penanganan darurat, pemulihan psikologis warga, hingga rekonstruksi wilayah terdampak.
BNPB menegaskan pemerintah terus bekerja, namun kondisi dinamika bencana membuat proses tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kita terus berupaya maksimal. Setiap hari ada proses pencarian, pendataan, dan penanganan pengungsi. Situasinya memang dinamis,” tegas Abdul Muhari.
Tragedi bencana di Sumatra kali ini kembali menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Negara hadir, namun kesiapan bersama tetap menjadi benteng pertama penyelamatan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
