WAINGAPU, iNewsSumba.id – Rabu (25/2/2026) siang, ruang rapat Bupati Sumba Timur tak sekadar menjadi tempat audiensi biasa. Di ruangan itulah arah kebijakan terhadap tambang emas ilegal di Sumba Timur mulai ditegaskan.
Pertemuan dipimpin langsung Bupati Umbu Lili Pekuwali didampingi Wakil Bupati Yonathan Hani. Hadir pula Asisten II Yulius Ngenju, Camat Matawai Lapau, Kepala Balai Taman Nasional Matalawa, serta perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil.
Dalam rilis yang diterima iNews Media Group dipaparkan Koalisi seputar temuan lapangan: sebaran titik tambang emas ilegal yang meluas dari satu lokasi menjadi banyak desa di wilayah hulu dan penyangga kawasan konservasi. Dimana hal itu juga jadi pencermatan Bupati.
“Kami dapat banyak informasi, saran dan situasi terbaru di lokasi. Hal baru yang kami ketahui antara lain sebaran lokasi. Dari yang awalnya satu berkembang menjadi banyak,” ujar Umbu Lili.
Ia mengakui potensi sumber daya alam kerap dilihat sebagai jalan pintas perbaikan ekonomi. Namun menurutnya, situasi di Sumba Timur justru menunjukkan risiko besar.
“Potensi SDA ini di luar prediksi kita, terutama dalam kawasan taman nasional. Tetapi sangat mengganggu dan merugikan. Kita perlu rawat DAS,” tegasnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
