Menapaki Jejak Penambangan Emas Liar Dalam Kawasan TN Matalawa yang Rusakkan Ekosistem
WAINGAPU, iNewsSumba.id – Langkah demi langkah menyusuri jalur setapak menuju hutan Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur,NTT, aroma tanah basah dan lubang galian terasa menyapa lirih. Di balik rimbun pepohonan, jejak aktivitas manusia yang tak seharusnya ada di kawasan konservasi itu tampak nyata. Lubang-lubang menganga di lereng bukit dan tepian sungai menjadi saksi bisu penambangan emas liar itu bukan kabar burung.
Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru-Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) selama ini dikenal sebagai benteng ekologis Pulau Sumba. Hutan tropisnya menyimpan keanekaragaman hayati endemik, menjadi sumber air, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat sekitar. Namun sejak medio 2025, kawasan ini mulai dirongrong aktivitas tambang emas liar.
Dari udara, bekas galian itu terlihat seperti luka terbuka. Tanah merah tersingkap, vegetasi hilang, dan kontur perbukitan berubah. Di beberapa titik, akar pohon menggantung tanpa penopang, tergerus penggalian yang dilakukan secara manual.
Kepala Seksi Pengelolaan TN Matalawa, Dwi Agung Herdiyanto, tak menampik tekanan yang kini dihadapi kawasan tersebut. Ia menyebut, aktivitas awalnya terjadi di wilayah penyangga sebelum merangsek masuk ke area inti taman nasional.
Petugas taman nasional rutin menggelar patroli. Namun luasnya wilayah hutan dan keterbatasan personel membuat pengawasan tidak selalu maksimal. Para penambang disebut kerap bermain kucing-kucingan, berpindah lokasi, dan memanfaatkan jalur tersembunyi untuk menghindari pantauan.
Editor : Dionisius Umbu Ana LoduFollow Berita iNews Sumba di Google News
Log in