Logo Network
Network

Dikira Uji Nyali: Setiap Hari warga Desa Dikira Sabung Nyawa Lewati Jembatan Ini

Tim iNews
.
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:17 WIB

TAMBOLAKA, iNewsSumba.id-Desa Dikira di pedalaman Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menyimpan cerita getir tentang akses infrastruktur yang belum tersentuh tuntas.

Sebuah jembatan bambu sepanjang 50 meter menjadi satu-satunya penghubung antarwilayah. Tingginya hampir 20 meter dari permukaan sungai yang arusnya sering meluap saat hujan.

Setiap hari, warga berjalan perlahan di atas susunan bambu yang mulai lapuk. Mereka menjaga keseimbangan, seolah sedang meniti seutas harapan tipis.

“Sudah sering hampir jatuh. Tapi tidak ada jalan lain,” kata salah seorang warga.

Jembatan itu menghubungkan warga dengan kebun dan pasar yang jadi urat nadi penghidupan mereka. Tanpa akses tersebut, hasil pertanian tak bisa dijual.

Anak-anak sekolah pun harus melewati jalur yang sama. Pendidikan di Desa Dikira seakan berjalan berdampingan dengan risiko kecelakaan.

Kepala Desa Dikira mengakui kondisi ini telah berlangsung lama. Usulan pembangunan jembatan permanen sudah berulang kali diajukan.

Melihat situasi tersebut, Batalyon Pelopor C Korps Brimob Polda NTT hadir membawa bantuan.Secara gotong royong, aparat dan warga membangun jembatan darurat yang lebih kuat dari sebelumnya.

Komandan Batalyon Pelopor C, Kompol Denis Y N Leihitu, menyebut pembangunan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat pedalaman.

Meski demikian, jembatan darurat hanya solusi sementara. Keterbatasan material membuat daya tahannya tidak sebanding dengan jembatan permanen.

Di tengah keterbatasan, warga Dikira tetap melangkah. Mereka meniti bambu setiap hari, mempertaruhkan nyawa demi bertahan hidup.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Berita iNews Sumba di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.