get app
inews
Aa Text
Read Next : Tambang Emas Ilegal Sumba Timur Dilarang Total, Wanggameti Jadi Garis Pertahanan Terakhir

Kisah Mama Redha Melek Digital, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut di TikTok

Selasa, 14 April 2026 | 13:18 WIB
header img
Mama Redha seorang nelayan perempuan memiliki cara yang berbeda untuk menjual hasil tangkapan lautnya. Foto: Ist

SUMBA, iNewsSumba.id - Sebagai Negara maritim dengan hasil laut melimpah, Indonesia menjadi rumah bagi nelayan di berbagai wilayah untuk menggantungkan hidup. Umumnya, kita sering melihat nelayan mencari tangkapan laut untuk kemudian dibawa ke pasar atau pelelangan. 

Namun di Sumba, tepatnya kawasan wisata Pantai Walakiri, seorang nelayan perempuan memiliki cara yang berbeda untuk menjual hasil tangkapan lautnya.

Katredha Lodo, 32 tahun, merupakan nelayan perempuan asal Sumba yang sudah aktif melaut sejak belia. Perempuan yang akrab disapa Mama Redha ini, sehari-harinya pergi ke laut untuk menangkap ikan, gurita, siput gonggong, sayur laut, kerang, dan lain-lain. Ia menggunakan tombak besi untuk menangkap hasil laut saat kondisi air laut sedang surut.

Mama Redha membagikan kisahnya menjadi nelayan perempuan di pantai Walakiri, Sumba, Nusa Tenggara Timur. “Laut sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya. Sejak kecil, saya sudah diajak melaut oleh ayah saya, mencari siput, gurita, ikan, dan lain-lain untuk kami jual ke rumah makan atau konsumsi harian masyarakat di sini”,
ungkap Mama Redha.

Dalam satu minggu, Mama Redha bisa memperoleh tangkapan laut sebanyak 9 - 10 kilogram. Jadwal melautnya memang tidak tentu, tergantung bagaimana bulan memengaruhi pasang surut air laut. Di saat lautnya pasang, Mama Redha tidak akan melaut dan fokus menjual tangkapan yang sudah diperoleh.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut