get app
inews
Aa Text
Read Next : Hampir Setengah Kilogram Emas Ilegal Diamankan Petugas Bandara UMK, Hendak Diselundupkan ke Lombok

Diterpa Isu Emas Ilegal, Pegadaian Waingapu Buka Suara: Kami Tidak Terima Emas Lantakan

Minggu, 19 April 2026 | 19:45 WIB
header img
Pegadiaian cabang Waingapu tegaskan tidak terima emas perhiasan tanpa cap dan juga ema lantakan hasil penambangan emas ilegal di Sumba Timur. Hal itu ditegaksan pimpinan cabang , Meriyori R. Molana (Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Nama Pegadaian Cabang Waingapu ikut terseret dalam pusaran isu peredaran emas hasil tambang emas ilegal di Sumba Timur. Di tengah derasnya spekulasi publik, pihak Pegadaian akhirnya angkat bicara, meluruskan tudingan yang berkembang liar di ruang digital.

Pimpinan Cabang Pegadaian Waingapu, Meriyori R. Molana, menegaskan bahwa institusinya memiliki prosedur ketat dalam menerima maupun menjual emas. Ia membantah keras adanya praktik “meloloskan” emas ilegal melalui mekanisme Pegadaian.

“Kalau misalnya pegadaian itu kita punya prosedur. Barang yang kami kelola itu jelas asal-usulnya, terutama dari hasil lelang,” tegas Meriyori saat diwawancarai belum lama ini.

Ia menjelaskan, emas yang dijual Pegadaian umumnya berasal dari barang jaminan kredit macet yang telah melalui proses lelang resmi. Jika tidak terjual, barang tersebut kemudian dipasarkan secara retail.

“Barang-barang lelang yang tidak terjual itu biasanya kita pajang. Kalau tetap tidak laku, baru kita bawa ke luar daerah untuk dijual,” ujarnya.

Menariknya, proses distribusi ke luar daerah, khususnya ke Kupang, dilakukan langsung oleh pimpinan cabang. Hal ini, kata Meriyori, untuk memastikan transparansi dan menghindari potensi penyimpangan.

“Yang bawa itu saya sendiri. Jadi tidak ada oknum-oknum yang kita meloloskan atau mencampur barang seperti yang dituduhkan,” katanya.

Terkait isu adanya kolaborasi oknum Pegadaian dengan pihak tertentu dalam mencampur emas ilegal, Meriyori mengaku tidak menemukan indikasi tersebut. Namun ia tetap membuka ruang evaluasi internal.

“Sejauh ini saya rasa tidak ada. Tapi nanti saya akan telusuri secara internal,” ucapnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut