Gelombang Tinggi Mengintai Pesisir NTT, Aktivitas Warga Diminta Lebih Hati-hati
JAKARTA, iNewsSumba.id– Ancaman gelombang tinggi tidak hanya menyasar laut lepas, tetapi juga mengintai kawasan pesisir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan hingga 22 April 2026.
Di Nusa Tenggara Timur, wilayah pesisir merupakan ruang hidup yang padat aktivitas, mulai dari nelayan, perdagangan kecil, hingga transportasi antar pulau.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTT dapat berdampak langsung ke garis pantai.
Kondisi ini diperparah oleh kecepatan angin yang mencapai 25 knot di beberapa wilayah perairan Indonesia.
“Potensi gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Namun risiko tidak berhenti di pelayaran. Aktivitas warga di pesisir seperti bongkar muat, bermain di pantai, hingga tambatan perahu juga berada dalam ancaman.
Gelombang yang datang secara periodik bisa memicu arus balik kuat dan hempasan ke daratan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu