BNPB Tekankan Mitigasi Berbasis Komunitas Hadapi Ancaman Banjir dan Karhutla 2026

Dion. Umbu, Binti Mufarida
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. (ilustrasi istimewa)

JAKARTA, iNewsSumba.id – Ancaman bencana hidrometeorologi basah dan kering pada awal 2026 membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya mitigasi berbasis komunitas.

Di Pulau Jawa, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berlanjut hingga 21 Februari 2026.

“Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” demikian peringatan resmi BMKG.

Namun di wilayah lain seperti Riau dan Kalimantan Barat, ancaman berbeda mengintai berupa kebakaran hutan dan lahan.

BNPB menilai masyarakat tidak bisa hanya menjadi penonton dalam situasi ini. Mitigasi mandiri dinilai krusial untuk memperkecil dampak.

Langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon rawan tumbang, hingga menyiapkan rencana evakuasi keluarga menjadi bagian dari strategi adaptasi.

“BNPB mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dua karakter ancaman ini,” ujar Abdul Muhari.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network