HIV di Sumba Timur Naik Tiap Tahun, Gereja dan Pemerintah Diminta Bersinergi
Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi di masyarakat juga dinilai masih rendah sehingga mempengaruhi peningkatan kasus HIV.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Sumba Timur, RSUD Umbu Rara Meha, YMCA Indonesia dan tokoh gereja nasional.
Materi yang dibahas mencakup kesehatan reproduksi, penularan HIV, pengobatan ARV, komunikasi edukatif gereja hingga pendekatan pastoral terhadap ODHIV.
Ketua II BPMS GKS, Pendeta Aprianus Meta Djangga Uma mengatakan gereja siap mendukung program pemerintah dalam pengendalian HIV.
“Kita tentu harus ambil bagian dalam edukasi dan pendampingan jemaat,” katanya.
Ia berharap para pendeta yang mengikuti workshop dapat menjadi agen edukasi di lingkungan gereja masing-masing.
“Kalau gereja bergerak bersama pemerintah, saya yakin stigma bisa dikurangi dan penularan HIV dapat ditekan,” ujarnya.
Workshop tersebut juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan HIV berbasis gereja di Sumba Timur.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu