get app
inews
Aa Text
Read Next : Tanggapi Polemik Bayi Alami Patah Tulang Saat Operasi, RSUD URM Tegaskan Bertindak Sesuai SOP

HIV di Sumba Timur Naik Tiap Tahun, Gereja dan Pemerintah Diminta Bersinergi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:37 WIB
header img
Workshop Kesehatan Reproduksi dan Pengendalian HIV & AIDS bagi Pendeta dan Tokoh Gereja di Aula GKS Manubara, Kota Waingapu (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba.id)

Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi di masyarakat juga dinilai masih rendah sehingga mempengaruhi peningkatan kasus HIV.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Sumba Timur, RSUD Umbu Rara Meha, YMCA Indonesia dan tokoh gereja nasional.

Materi yang dibahas mencakup kesehatan reproduksi, penularan HIV, pengobatan ARV, komunikasi edukatif gereja hingga pendekatan pastoral terhadap ODHIV.

Ketua II BPMS GKS, Pendeta Aprianus Meta Djangga Uma mengatakan gereja siap mendukung program pemerintah dalam pengendalian HIV.

“Kita tentu harus ambil bagian dalam edukasi dan pendampingan jemaat,” katanya.

Ia berharap para pendeta yang mengikuti workshop dapat menjadi agen edukasi di lingkungan gereja masing-masing.

“Kalau gereja bergerak bersama pemerintah, saya yakin stigma bisa dikurangi dan penularan HIV dapat ditekan,” ujarnya.

Workshop tersebut juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan HIV berbasis gereja di Sumba Timur.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut