Tanggapi Polemik Bayi Alami Patah Tulang Saat Operasi, RSUD URM Tegaskan Bertindak Sesuai SOP
WAINGAPU, iNewsSumba.id – Dugaan malapraktik yang dialamatkan terhadap RSUD Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu akhirnya mendapatkan tanggapan. Pihak rumah sakit terbesar di Pulau Sumba itu menegaskan bahwa tindakan operasi sesar terhadap seorang pasien rujukan dilakukan dalam kondisi darurat medis. Dan juga telah dilakukan sesuai SOP.
Pernyataan itu disampaikan Samuel Lay Riwu, selaku KTU RSUD URM Waingapu menyusul viralnya unggahan di media sosial mengenai seorang bayi yang diduga mengalami patah tulang paha usai dilahirkan melalui operasi sesar.
Samuel lebih lanjut menegaskan, pihak RSUD URM tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Investigasi internal langsung dilakukan terhadap dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan yang menangani pasien.
“Kami sudah melakukan pendekatan dengan keluarganya dan juga sudah melakukan investigasi dengan dokter yang bersangkutan,” katanya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pasien dirujuk dari Puskesmas Nggoa dengan kondisi yang tidak normal. Sang ibu disebut mengalami ketuban pecah dini dan persalinan lama sehingga kondisi janin berada dalam ancaman serius.
“Dia datang dengan riwayat ketuban pecah dini dari puskesmas sebelumnya. Partusnya lama,” ujarnya.
Saat tiba di rumah sakit, tim medis mendapati adanya indikasi gawat janin. Dalam istilah medis, kondisi itu menggambarkan ancaman terhadap keselamatan bayi di dalam kandungan.
“Saat datang ke sini terdeteksi detak jantung dan lainnya meningkat. Kalau dalam istilah medisnya gawat janin,” jelasnya.
Menurut KTU RSUD URM, dokter kemudian memutuskan operasi sesar darurat sebagai langkah penyelamatan. Keputusan itu diambil untuk mencegah risiko yang lebih fatal terhadap ibu maupun bayi.
“Dokter masuk dan mengatakan ini harus operasi cepat. Kalau tidak bisa menyebabkan efek yang lebih berbahaya lagi seperti paling buruk adalah kematian,” tegasnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu