Belajar dari Kasus Penyelundupan Emas di Bandara UMK, KSOP Perketat Jalur Penumpang di Pelabuhan
Ia mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa kasus pelanggaran, meskipun bukan terkait emas.
“Kami pernah menemukan penumpang menyembunyikan senjata tajam di kapal,” katanya.
Modus itu, menurutnya, menunjukkan bahwa celah keamanan selalu dicari.
Karena itu, pola pengamanan kini diubah menjadi lebih proaktif, bukan sekadar reaktif.
KSOP juga membentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI AL, dan operator pelabuhan.
“Ini bukan kerja satu instansi. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
Meski begitu, Fadly mengakui bahwa hingga saat ini belum pernah ada kasus emas ilegal yang terdeteksi di pelabuhan Waingapu.
Namun, ia tidak ingin lengah.
“Belum ada bukan berarti tidak mungkin terjadi, kita manusia namun wajib untuk berusaha agar jangan terjadi,” katanya.
Dengan meningkatnya perhatian publik pasca kasus bandara, KSOP memilih untuk memperketat sejak dini.
Langkah ini diharapkan mampu menutup celah yang sebelumnya dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu