get app
inews
Aa Text
Read Next : Isu Titipan Peserta Jamnas Mengemuka, Asisten II: Semua Berdasarkan Regulasi

Tangis di Balik Seleksi Jamnas Pramuka Sumba Timur: Rambu Anggrid dan Asa yang Patah di Tengah Jalan

Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:35 WIB
header img
Seorang siswi seleksi calon peserta Jamnas Pramuka di Sumba Timur digugurkan karena hasil tes disebutkan HB rendah kendati saat tes dilakukan dalam kondisi sedang datang bulan(Foto: ilustrasi AI)

WAINGAPU, iNewsSumba.id — Sore itu tidak ada angin berhembus sepoi namun tetap terasa hangatnya kala Agustina Ana Wulang mendatangi kediaman wartawan untuk menyatakan gundah dan lara hati. Bukan untuknya namun untuk asa Rambu Anggrid anaknya yang patah di tengah jalan. 

Yaa, Rambu Anggrid T. Ana Hammu. Siswi SMP Negeri 1 Waingapu itu sebelumnya melangkah mantap dalam seleksi calon peserta Jambore Nasional (Jamnas). Ia bukan peserta biasa, oleh ibu dan pembinanya disebutkan masuk dalam lima besar.

Namun kini, semua itu tinggal cerita yang sulit dijelaskan.

Agustina Ana Wulang, mengisahkan perjalanan itu dengan suara bergetar. Matanya sembab, seperti menyimpan tangis yang belum benar-benar selesai.

“Dia itu sangat cinta Pramuka. Tidak pernah dipaksa. Dari dirinya sendiri,” katanya pelan.

Setiap pulang sekolah, kata Agustina, Rambu Anggrid hampir tidak pernah benar-benar beristirahat. Seragam sekolah diganti cepat, lalu ia bergegas mengikuti kegiatan Pramuka.

“Kadang saya bilang istirahat dulu, tapi dia tidak mau. Dia bilang takut ketinggalan latihan,” ujarnya.

Semangat itu membawa hasil. Dalam seleksi awal, namanya masuk lima besar. Sebuah pencapaian yang membuat keluarga kecil itu dipenuhi rasa bangga.

“Waktu itu kami sangat senang. Kami pikir, ini jalannya dia,” kata Agustina.

Namun harapan itu mulai goyah ketika tahapan seleksi kesehatan dilakukan. Dalam kondisi haid, Rambu Anggrid dinyatakan memiliki kadar hemoglobin (HB) rendah.

Hasil itu langsung berdampak fatal. Namanya dicoret. “Anak kami langsung menangis. Dia tidak mengerti kenapa bisa seperti itu,” kata Agustina.

Tangis itu, menurutnya, bukan hanya karena gagal. Tetapi karena ia merasa sudah berusaha sekuat tenaga.

“Dia bilang, ‘Saya sudah latihan, saya sudah ikut semua, kenapa saya tidak bisa?’ Itu yang membuat kami sedih,” ujarnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut