Seleksi Peserta Jamnas Pramuka di Sumba Timur Disorot: Tidak Fair dan Dikritisi Sejumlah Pembina
WAINGAPU, iNewsSumba.id – Proses seleksi peserta Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka di Kabupaten Sumba Timur menuai sorotan tajam. Sejumlah pembina menyebut seleksi yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) tidak lagi sepenuhnya berbasis prestasi, melainkan diduga sarat kepentingan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya kejanggalan dalam hasil perangkingan. Ada peserta dengan nilai tinggi justru tidak masuk dalam daftar akhir, sementara peserta lain tetap lolos.
Salah satu Pembina Pramuka Sumba Timur, James Quido, secara terbuka menyuarakan kegelisahannya.
“Kalau hasil seleksi bisa diatur berdasarkan kebutuhan atau titipan, maka nilai tidak lagi jadi ukuran. Ini yang kami sayangkan,” tegas James.
Menurutnya, seleksi Jamnas seharusnya menjadi ruang kompetisi sehat bagi peserta didik yang telah berlatih dan berproses cukup lama.
Namun indikasi pembagian kuota antar sekolah disebut menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.
“Ada anak-anak dengan bobot nilai tinggi seperti Rambu Angrid T. Ana Wulang dari SMPN 1 Waingapu justru tidak diakomodir. Ini yang memunculkan kecurigaan,” lanjutnya.
Situasi ini membuat sejumlah pembina mempertanyakan transparansi proses seleksi.
James dan pembina lainnyya yang enggan disebutkan namanya menilai, jika benar ada intervensi dalam bentuk jatah atau pesanan, maka hal tersebut berpotensi merusak semangat kepramukaan.
“Pramuka itu mengajarkan kejujuran. Kalau prosesnya tidak jujur, kita sedang memberi contoh yang keliru,” katanya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu