get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelaku Penyelundupan Emas Ilegal di Bandara UMK Terancam 5 Tahun Penjara

Belajar dari Kasus Penyelundupan Emas di Bandara UMK, KSOP Perketat Jalur Penumpang di Pelabuhan

Selasa, 07 April 2026 | 07:40 WIB
header img
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu, Fadly Afand Djafar, tegaskan pengawasan ketat dan terpadu terus dilakukan untuk antisipasi penyelundupan aneka komoditi termasuk emas(Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Terbongkarnya penyelundupan emas ilegal di Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) menjadi pelajaran penting bagi otoritas pelabuhan di Sumba Timur.

KSOP Waingapu kinit erus berupaya  memperketat pengawasan di jalur penumpang, yang dinilai memiliki pola risiko serupa dengan modus di bandara.

Kepala KSOP Waingapu, Fadly Afand Djafar, mengatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada penyelundupan melalui barang bawaan individu.

“Ketika masuk terminal penumpang, semua barang akan melewati X-ray,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026) siang lalu.

Langkah ini akan terus diambil karena kasus di bandara menunjukkan bahwa pelaku tidak menggunakan jalur kargo besar, melainkan membawa emas dalam jumlah signifikan melalui tas pribadi.

“Kalau jenis barang dan sifatnya ilegal, pasti akan terbaca melalui teknologi yang kami punya dan tentu akan disikapi secara sinergi dengan APH,” tegasnya.

Pengawasan juga diperketat di area terbatas pelabuhan.

KSOP kini membatasi akses hanya untuk penumpang yang memiliki tiket resmi.

“Pengantar dan pengunjung tidak boleh masuk sembarangan ke zona tertentu,” jelas Fadly.

Ia mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa kasus pelanggaran, meskipun bukan terkait emas.

“Kami pernah menemukan penumpang menyembunyikan senjata tajam di kapal,” katanya.

Modus itu, menurutnya, menunjukkan bahwa celah keamanan selalu dicari.

Karena itu, pola pengamanan kini diubah menjadi lebih proaktif, bukan sekadar reaktif.

KSOP juga membentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI AL, dan operator pelabuhan.

“Ini bukan kerja satu instansi. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.

Meski begitu, Fadly mengakui bahwa hingga saat ini belum pernah ada kasus emas ilegal yang terdeteksi di pelabuhan Waingapu.

Namun, ia tidak ingin lengah.

“Belum ada bukan berarti tidak mungkin terjadi, kita manusia namun wajib untuk berusaha agar jangan terjadi,” katanya.

Dengan meningkatnya perhatian publik pasca kasus bandara, KSOP memilih untuk memperketat sejak dini.

Langkah ini diharapkan mampu menutup celah yang sebelumnya dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut