Kasus Perkosaan di Pasar Melolo, Sabana Sumba Terus Berikan Dampingan dan Perjuangkan Keadilan

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Jeritan ketakutan seorang gadis remaja berusia 15 tahun, sebut saja Bunga, menggema di malam yang sunyi di WC umum Pasar Melolo, Lumbukore, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur. Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 02.00 WITA dinihari lalu. Betapa tidak, saat itu, empat pria diduga melakukan tindakan biadab terhadap Bunga dan akan terus menghantui hari-harinya ke depan.
Tragedi ini telah dilaporkan ke Polsek Umalulu dengan nomor laporan LP/B/05/III/2025/SPK/Polsek Umalulu/Polres Sumba Timur/Polda Nusa Tenggara Timur. Rambu Dai Mami atau biasa disapa Rambu Amy dari Yayasan Sabana Sumba memastikan akan terus memberikan dampingan dan memperjuangkan keadilan untuk Bunga dan keluarganya.
Kepada Wartawan, Rambu Amy menyatakan Bunga hingga kini masih diamankan di Rumah Singgah Yayasan pimpinannya. Hal itu untuk terus memberikan rasa nyaman dan aman bagi korban.
"Pasca kejadian itu, hari Minggu(30/3/2025) kemarin korban baru diperiksa. Kejadiannya kan hari Kamis, jadi baru hari Minggu kemarin dia diperiksa," ujar Rambu Amy.
Kembali ditututkan Rambu Amy, di malam nahas itu, saksi yang mengenal para pelaku tidak mampu menghentikan aksi kekerasan karena keterbatasan tenaga dan kondisi hujan deras. Meski saksi telah berusaha menghubungi polisi, panggilan darurat tidak terjawab. Putus asa, saksi akhirnya menyuruh para pelaku pergi. Keputusan ini memicu perdebatan sengit di media sosial.
“Dia bukan aparat penegak hukum yang berwenang menahan pelaku. Kondisinya juga tengah malam dan hujan deras,” tegas Rambu Amy.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu