get app
inews
Aa Text
Read Next : Tambang Emas Menyusup ke Taman Nasional Matalawa, Satu Titik Resmi Diidentifikasi

Penambangan Liar di Wanggameti : Emas dan Tawa Membahana, Derai Air Mata Hanya Soal Waktu

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:16 WIB
header img
Beberapa peralatan pendukung aktifitas penambangan emas liar di hulu sungai sekitar kawasan TN Matalawa-Foto: istimewa

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Kilau emas yang mulai mengundang animo warga Kecamatan Matawai La Pawu, bahkan dari luar Pulau Sumba ke wilayah hulu Wanggameti perlahan berubah menjadi bayang-bayang ancaman serius bagi kehidupan masyarakat Sumba Timur. Aktivitas tambang emas, baik yang berlangsung secara ilegal maupun yang berpotensi dilegalkan, dinilai menyimpan risiko ekologis besar yang dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga diwariskan ke generasi berikutnya.

Direktur Yayasan Koppesda (Koordinasi Pengkajian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam), Deni Karanggulimu, menegaskan bahwa kawasan Wanggameti dan wilayah sekitarnya merupakan kawasan yang tidak bisa ditawar untuk aktivitas pertambangan dalam bentuk apa pun.

“Ini adalah kawasan Taman Nasional yang memiliki fungsi vital. Di sini tersimpan keanekaragaman hayati, cadangan karbon, dan sistem hidrologi yang menopang kehidupan masyarakat luas,” kata Deni kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Menurut Deni, wilayah hulu Wanggameti bukan hanya milik desa-desa yang berada di sekitarnya. Kawasan ini merupakan sumber air utama bagi banyak kecamatan di Sumba Timur, mulai dari Ngadu Ngala, Paberiwai, Matawai Lapawu, Karera, Kambera dan  Pandawai.

“Mata air, sub DAS, dan aliran sungai yang menghidupi daerah-daerah itu, semuanya bersumber dari kawasan hulu, baik yang berada di dalam maupun di sekitar Taman Nasional,” ujarnya.

Kerusakan di wilayah hulu, kata Deni, secara otomatis akan menjadi bencana di wilayah hilir. Penurunan kualitas air, kekeringan, hingga banjir bandang hanyalah soal waktu.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut