Namun Pertamina menegaskan aktivitas tersebut telah dicek dan sebagian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang jauh dari SPBU. Meski demikian, Pertamina tetap meminta seluruh SPBU memprioritaskan pelayanan kepada kendaraan langsung.
Pertamina juga menginstruksikan agar pengelola SPBU membatasi pengisian non kendaraan guna menghindari praktik penimbunan dan pengecer ilegal.
Selain pengawasan di tingkat SPBU, Pertamina mengaku telah berkoordinasi dengan Terminal BBM untuk memastikan pengiriman pasokan ke Rote Ndao tetap lancar.
Ahad memastikan stok BBM di wilayah itu dalam kondisi aman setelah tambahan pasokan masuk pada Selasa (12/5/2026). Tambahan suplai tersebut terdiri dari 60 KL Pertalite, 40 KL Pertamax, 35 KL Biosolar serta 5 KL Pertamina Dex.
“Kami berharap langkah mitigasi ini dapat mendukung kelancaran pasokan dan distribusi BBM di wilayah Rote Ndao,” katanya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
