DPRD Sumba Timur Kosong Saat Didatangi GEMS, Massa Demo Gelar Sidang Dadakan

Dion. Umbu Ana Lodu
Massa GEMS menghadapi kursi dan meja kosong yang lazimnya diduduki pimpinan dan anggota DPRD Sumba Timur jika menerima perwakilan ataupun massa demo(Foto: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba.id)

WAINGAPU, iNewsSumba – Kekecewaan mewarnai aksi demonstrasi Garda Energi Masyarakat Selatan (GEMS) di Kantor DPRD Sumba Timur, Kamis (21/5/2026) siang lalu. Setelah diterima Bupati Sumba Timur, massa aksi bergerak menuju kantor legislatif untuk menyampaikan tuntutan terkait pembatasan BBM subsidi.

Namun setibanya di lokasi, para demonstran mendapati tidak satu pun anggota DPRD yang hadir menemui mereka. Situasi itu langsung memicu kekecewaan peserta aksi yang sejak siang melakukan aksi dari Lapangan Rihi Eti menuju Kantor Bupati dan ke  gedung DPRD Sumba Timur.

Para demonstran menilai DPRD seharusnya hadir mendengarkan keluhan masyarakat kecil yang terdampak kebijakan pembatasan BBM subsidi.

“Kami datang membawa aspirasi rakyat kecil, tetapi tidak ada satu pun wakil rakyat yang menerima kami,” ungkas Ricky Core, salah satu  orator yang mendampingi puluhan sopir dan warga asal Selatan Sumba Timur itu.

Karena merasa diabaikan, massa aksi kemudian melakukan simulasi sidang dadakan di lantai satu kantor DPRD.

Beberapa peserta aksi didaulat duduk menyerupai pimpinan dan anggota DPRD, lengkap dengan gaya berbicara layaknya sidang resmi dewan.

Aksi spontan itu berlangsung menarik sembari tetap dijaga oleh aparat keamanan dari Polres Sumba Timur dan Sat Pol PP. 

Dalam simulasi tersebut, para peserta aksi menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah terkait distribusi BBM subsidi yang dinilai memberatkan rakyat kecil.

Mereka juga menyindir minimnya kehadiran wakil rakyat saat masyarakat membutuhkan dukungan politik terhadap persoalan distribusi energi.

Koordinator Lapangan aksi, Andreas Ninggeding, mengatakan masyarakat datang dengan harapan DPRD bisa menjadi jembatan aspirasi kepada pemerintah provinsi maupun Pertamina.

Namun ketidakhadiran anggota dewan justru dianggap menunjukkan lemahnya kepedulian terhadap persoalan masyarakat di wilayah selatan Sumba Timur.

“Rakyat datang mengadu, tetapi kantor DPRD kosong. Ini sangat mengecewakan,” ujar Andreas.

Meski demikian, aksi demonstrasi tetap berlangsung tertib tanpa kericuhan. Aparat keamanan terus melakukan pengamanan hingga massa membubarkan diri.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network