BTN Matalawa menilai aktivitas ini berpotensi merusak ekosistem kawasan konservasi yang selama ini menjadi habitat satwa dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.
“Ini menjadi perhatian serius kami karena kawasan taman nasional tidak hanya soal hutan, tetapi juga soal keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan dengan sejumlah satwa endemiknya,” ujar Lugi.
BTN Matalawa menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna menghentikan praktik tambang ilegal di wilayah konservasi tersebut.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
