Sempat Bikin Geger Penemuan Mayat di Pinggir Kali Kering Lailungi, Keluarga Tolak Autopsi
SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id – Duka menyelimuti keluarga Yulius ND Nganji, warga Desa Lailunggi, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur yang ditemukan meninggal dunia di pinggir kali kering pada Jumat (19/6/2026). Peristiwa itu sempat membuat geger warga setempat bahkan jadi bahasan di media sosial paska video penemuan dan evaskuasi dibagikan warganet.
Namun proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian berujung sikap keluarga korban yang memilih menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak keluarga memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis bersama aparat kepolisian.
Dalam pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Temuan itu kemudian disampaikan kepada keluarga sebagai bagian dari proses transparansi penanganan kasus oleh aparat.
Pihak keluarga juga menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi yang menjadi bagian dari administrasi penanganan perkara.
Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa mengatakan keputusan keluarga untuk menolak autopsi tetap dihormati selama prosedur hukum telah dipenuhi.
"Kami menghormati keputusan keluarga yang menerima kejadian ini sebagai musibah. Surat penolakan autopsi telah dibuat dan seluruh proses dilakukan sesuai aturan yang berlaku," kata AKBP Gede Harimbawa.
Meski demikian, polisi tetap mendokumentasikan seluruh fakta yang ditemukan di lapangan sebagai bagian dari penyelidikan dan arsip penanganan kejadian.
Petugas juga telah meminta visum et repertum atau VER dari Puskesmas Lailunggi guna melengkapi dokumen pemeriksaan korban.
Menurut Kapolres, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh proses penanganan memiliki dasar administrasi dan medis yang jelas.
"Kami tetap menjalankan seluruh prosedur kepolisian mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi hingga dokumentasi medis sebagai bentuk pertanggungjawaban penanganan peristiwa," ujarnya.
Saat ini jenazah korban telah berada di rumah duka dan keluarga tengah mempersiapkan prosesi pemakaman sesuai adat serta keyakinan yang dianut.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu