Tambak Udang Rp7,2 Triliun di Sumba Timur Janjikan Aman untuk Lingkungan, IPAL Berlapis Jadi Andalan
WAINGAPU, iNewsSumba.id - Pembangunan kawasan tambak udang modern terbesar di Indonesia yang berlokasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT terus menunjukkan perkembangan. Di balik nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun, perhatian publik kini tertuju pada sistem pengelolaan limbah yang diklaim menggunakan teknologi berstandar internasional untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Proyek yang berdiri di atas lahan sekitar 2.150 hektare itu menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berlapis. Skema tersebut dirancang agar seluruh air limbah dari aktivitas budidaya udang diproses secara bertahap sebelum dikembalikan ke alam.
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, menjelaskan bahwa setiap kelompok kolam budidaya akan memiliki IPAL tersendiri sebelum air limbah dialirkan menuju IPAL utama seluas sekitar 60 hektare. Setelah melalui seluruh tahapan pengolahan, air baru dilepas kembali ke lingkungan.
"Air limbah dari setiap kelompok kolam akan diolah terlebih dahulu di IPAL kluster, kemudian dialirkan ke IPAL utama seluas 60 hektare sebelum dilepaskan kembali ke lingkungan," kata Abdul Kadir saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, sistem tersebut dibangun bukan sekadar memenuhi kebutuhan operasional tambak, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir Sumba Timur yang menjadi perhatian berbagai pihak sejak proyek strategis nasional itu mulai dikerjakan.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu