Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polres Sumba Timur Benarkan Telah Terima LP Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen Unkriswina
Advertisement . Scroll to see content

Tambak Udang Rp7,2 Triliun di Sumba Timur Janjikan Aman untuk Lingkungan, IPAL Berlapis Jadi Andalan

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:41 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Tambak Udang Rp7,2 Triliun di Sumba Timur Janjikan Aman untuk Lingkungan, IPAL Berlapis Jadi Andalan
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir saat menunjukkan salah satu lokasi pembangunan saluran pengolahan IPAL pada Tambak Udang Modern di Laipori, Sumba Timur (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu/ iNewsSumba.id)

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Pembangunan kawasan tambak udang modern terbesar di Indonesia yang berlokasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT terus menunjukkan perkembangan. Di balik nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun, perhatian publik kini tertuju pada sistem pengelolaan limbah yang diklaim menggunakan teknologi berstandar internasional untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Proyek yang berdiri di atas lahan sekitar 2.150 hektare itu menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berlapis. Skema tersebut dirancang agar seluruh air limbah dari aktivitas budidaya udang diproses secara bertahap sebelum dikembalikan ke alam.

Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, menjelaskan bahwa setiap kelompok kolam budidaya akan memiliki IPAL tersendiri sebelum air limbah dialirkan menuju IPAL utama seluas sekitar 60 hektare. Setelah melalui seluruh tahapan pengolahan, air baru dilepas kembali ke lingkungan.

"Air limbah dari setiap kelompok kolam akan diolah terlebih dahulu di IPAL kluster, kemudian dialirkan ke IPAL utama seluas 60 hektare sebelum dilepaskan kembali ke lingkungan," kata Abdul Kadir saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, sistem tersebut dibangun bukan sekadar memenuhi kebutuhan operasional tambak, tetapi juga sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir Sumba Timur yang menjadi perhatian berbagai pihak sejak proyek strategis nasional itu mulai dikerjakan.

Abdul Kadir menegaskan, seluruh parameter kualitas air yang keluar dari kawasan tambak wajib memenuhi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah. Seluruh proses mengacu pada ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta regulasi terbaru yang berlaku.

"Seluruh parameter pengolahan limbah harus memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh KLHK serta peraturan menteri terbaru," tegasnya.

Ia mengungkapkan, standar lingkungan dalam proyek tersebut tergolong sangat ketat karena sebagian besar pembiayaan berasal dari bantuan luar negeri. Kondisi itu membuat setiap tahapan pembangunan dan pengelolaan lingkungan diawasi secara berkala oleh pihak pemberi pinjaman.

"Karena proyek ini didanai oleh bantuan luar negeri sekitar 85 persen, persyaratan lingkungan yang diterapkan sangat tinggi dan dipantau secara ketat oleh pihak pemberi pinjaman," ujarnya.

Selain mengolah air limbah, proyek ini juga menyiapkan sistem pengolahan lumpur yang berasal dari sisa pakan maupun material organik lainnya. Proses tersebut bertujuan mengurangi kandungan pencemar sebelum air dialirkan keluar dari kawasan budidaya.

Sebagai lapisan pengamanan tambahan, pengelola akan memasang water monitoring system atau sistem pemantauan kualitas air secara real time. Perangkat ini berfungsi mendeteksi lebih dini apabila terdapat parameter yang berpotensi mencemari lingkungan sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.

Setelah seluruh proses pengolahan selesai, air akan dialirkan melalui jalur sungai alami menuju laut. Menurut pihak pelaksana proyek, air yang dilepas telah melalui proses penyaringan menyeluruh sehingga tetap memenuhi standar kualitas lingkungan meski memiliki karakteristik air asin.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan pembangunan kawasan tambak udang modern di Sumba Timur menjadi bagian dari strategi pemerintah memperbaiki tata kelola budidaya udang nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar ekspor. Pemerintah menargetkan uji coba operasional dua klaster pertama dapat dimulai pada 2027.


Aktifvitas proyek pembangunan tambak udang terintegrasi di Laipori, Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur, NTT (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba.id)

 

Dengan penerapan teknologi pengolahan limbah berlapis dan sistem pemantauan kualitas air yang ketat, proyek tambak udang modern di Sumba Timur diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan nasional tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi aset penting masyarakat setempat.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut