Empat Anggota Brimob Ditikam di Labuan Bajo, Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana Bentuk Tim Gabungan
Insiden ini semakin menyita perhatian publik setelah muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota TNI yang bertugas di Kodim 1630/Manggarai Barat. Meski demikian, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun status pihak yang disebut-sebut terlibat.
Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman informasi sebelum menyampaikan pernyataan resmi kepada publik.
"Nanti akan kita klarifikasi bila sudah dapat keterangan yang akurat, supaya tidak simpang siur informasinya," ujar Budiman.
Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Dr Rudi Darmoko bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono langsung melakukan koordinasi intensif. Kedua institusi sepakat membentuk tim gabungan guna mengungkap fakta secara objektif, profesional, dan transparan.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa hubungan TNI dan Polri di NTT tetap solid. Menurutnya, proses hukum akan berjalan berdasarkan fakta tanpa mengganggu sinergitas yang selama ini terbangun kuat di lapangan.
"Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik. Kami terus berkoordinasi secara intensif untuk menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana dan profesional," tegas Henry.
Hingga Kamis malam, tim gabungan masih memeriksa sejumlah saksi dan pihak terkait untuk mengungkap secara terang kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menyebabkan empat anggota Brimob terluka tersebut.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu