UNKRISWINA Sumba Nonaktifkan Oknum Dosen Terduga Cabul, Rektor: Kami Tidak Tolerir Kekerasan Seksual
Menurut Umbu Ho Ara, langkah itu diambil bukan hanya demi menjaga objektivitas pemeriksaan, tetapi juga menghindari kemungkinan terjadinya gesekan di lingkungan kampus.
“Kami kuatir kalau membiarkan dosen R tetap ke kampus akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mahasiswa yang kesal melakukan tindakan kekerasan,” katanya.

Pimpinan UNKRISWINA Sumba menegaskan institusinya memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk kekerasan seksual, pelecehan maupun tindakan yang melanggar etika akademik dan nilai kemanusiaan.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan pelecehan di lingkungan kampus,” tegas Umbu Ho Ara.
Di tengah perhatian publik yang terus meningkat, pihak kampus juga meminta masyarakat bersikap bijaksana dalam menyikapi informasi yang beredar. Semua pihak diminta menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian Polres Sumba Timur, sementara Satgas PPKPT terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga korban.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu