Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kejari Sumba Timur Terima Tersangka UT Terkait Aktivitas Ilegal di Kawasan TN Matalawa
Advertisement . Scroll to see content

Dalami Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024, Kejari Sumba Timur Periksa 32 Saksi

Rabu, 05 November 2025 | 21:21 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Dalami Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024, Kejari Sumba Timur Periksa 32 Saksi
Kajari Sumba Timur, Akwan Anas jelaskan, sebelum tetapkan tiga Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024, Kejari Sumba Timur telah periksa/ambil keterangan 32 saksi. Dua diantaranya saksi ahli-Foto: Dion. Umbu Ana Lodu

Temuan sementara menunjukkan bahwa dana hibah Pilkada 2024 disalahgunakan untuk pembelanjaan di luar kebutuhan riil. Audit ahli keuangan negara bahkan mencatat kerugian negara mencapai Rp3,79 miliar. “Jumlah ini muncul akibat adanya manipulasi laporan kegiatan dan penggelembungan biaya operasional,” tambah Akwan.

Kajari Sumba Timur juga memastikan pemeriksaan saksi bisa saja bertambah, demikian pula kemungkian adanya tersangka baru yang akan 'menemani' ketiga tersangka yang dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman untuk pasal tersebut mencapai 20 tahun penjara.

Selain penetapan tersangka, penyidik juga telah mengeluarkan Surat Perintah Penahanan terhadap ketiganya untuk masa tahanan awal selama 20 hari. Penahanan dilakukan agar proses hukum berjalan objektif dan tidak ada upaya menghilangkan barang bukti.

Puluhan saksi yang telah diperiksa menjadi bukti nyata bahwa kasus ini tidak akan berhenti di permukaan. Di balik angka Rp3,79 miliar, tersimpan tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rupiah anggaran rakyat digunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk memperkuat demokrasi di tanah Sumba.

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut