WAINGAPU, iNewsSumba.id – Sumba Timur menghadapi tantangan serius dalam upaya mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Salah satu faktor yang menjadi hambatan adalah menumpuknya tunggakan retribusi kendaraan dinas yang digunakan ASN di berbagai instansi.
Kepala Bapenda Sumba Timur, Oria A. Raramata, mengatakan tunggakan ini sudah melewati batas wajar dan kini mengancam capaian pendapatan daerah. “Totalnya lebih dari Rp300 juta. Ini potensi pendapatan yang hilang begitu saja,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Bagi Oria, masalah ini sebenarnya mudah diatasi jika ada komitmen bersama. Kendaraan dinas yang diberikan pemerintah hanyalah fasilitas penunjang kerja, bukan pembebasan dari kewajiban retribusi.
Ia menjelaskan bahwa retribusi per kendaraan relatif kecil, tetapi akumulasinya sangat besar. Jika seluruh ASN disiplin, pendapatan daerah dari sektor ini bisa meningkat tajam. Namun faktanya, banyak ASN justru menunda pembayaran tanpa alasan jelas.
Menurut Bapenda, rendahnya realisasi retribusi kendaraan juga berdampak pada penilaian kinerja fiskal daerah oleh pemerintah pusat. Jika Sumba Timur gagal menunjukkan perbaikan, maka peluang mendapatkan peningkatan dana transfer pusat bisa berkurang.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu
Related News
Nasib PPPK Paruh Waktu Jadi Perhatian, Kemendagri Kawal Pengalihan Status
WFH Jangan Hari Jumat, DPR Usul Rabu agar Tak Jadi Libur Panjang
THR ASN 2026 Mulai Cair, Rp3 Triliun Sudah Masuk Rekening 631 Ribu Pegawai
Pamungkas Pengabdian Seorang ASN: Pemkab Sumba Timur Lepas Alm. Welem Dale Secara Kedinasan
Celaka, Gaji 13 dan 14 Bakal Dihapus! Ini Faktanya Versi Airlangga
Komisi ASN Rekomendasikan 12 ASN di Sumba Timur Disanksi Tegas, Tidak Netral Hadapi Pilkada
Latest Video
Ini Penampakan Uang Hasil Dugaan Korupsi di PT Astil dan 3 Desa di Sumba Timur, Total Hampir Rp1,2 M
Dikira Uji Nyali: Setiap Hari warga Desa Dikira Sabung Nyawa Lewati Jembatan Ini
Menapaki Jejak Penambangan Emas Liar Dalam Kawasan TN Matalawa yang Rusakkan Ekosistem
Dari Penyangga ke Jantung Konservasi: Penambangan Emas Liar Ancam Kawasan Taman Nasional Matalawa
Sempat Menang Praperadilan, Sekretaris KPU Kembali Jadi TSK dan Ditahan Kejari Sumba Timur