Tambang Emas Ilegal Disorot, Akademisi Dorong Pembangunan Sumba Timur Kembali pada Potensi Pertanian

Dion. Umbu Ana Lodu
Peringatan Hari Keadilan Ekologis di Sumba Timur diwarnai diskusi publik dan sajian musik lokal dari musisi tradisional setempat (Foto Kolase: Prokopim Sumba Timur/Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sekitar kawasan Taman Nasional Laiwanggi-Matalawa menjadi bagian dari diskusi mengenai arah pembangunan Kabupaten Sumba Timur dalam peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026.

Forum yang berlangsung di Taman Sandalwood, Minggu (20/9/2026) malam lalu, tersebut menghadirkan akademisi, rohaniawan, masyarakat sipil dan perwakilan kaum muda untuk membahas keadilan ekologis serta keberlanjutan pembangunan di Pulau Sumba.

Akademisi yang juga Rektor UNKRISWINA Sumba, Umbu Ho Ara, menjadi salah satu narasumber dengan materi “Paradigma Baru Pembangunan Berbasis Keunggulan Daerah dan Perspektif Keadilan Ekologis di Kabupaten Sumba Timur”.

Dalam paparannya, Umbu Ho Ara menekankan pentingnya mengembalikan arah pembangunan Sumba Timur pada nilai filosofis “Mata Wai Amahu-Pada Djara Hamu” dalam pengertian yang luas.

Menurutnya, sektor unggulan Kabupaten Sumba Timur berada pada bidang pertanian dan peternakan.

Perspektif tersebut menjadi relevan ketika forum membahas aktivitas tambang rakyat ilegal yang masih ditemukan di desa-desa sekitar kawasan Taman Nasional Laiwanggi-Matalawa.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network