Hasil rapat tersebut memutuskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Satpol PP dan Damkar serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pemantauan langsung ke lokasi.
Dari pemantauan itu, petugas menemukan 46 ekor kuda jantan dan 56 ekor betina. Selain itu, terdapat indikasi keterkaitan ternak dengan Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Identifikasi juga dilakukan melalui KTP pemilik, surat keterangan serta tanda cap pada kuda. Bahkan ditemukan 24 ekor tanpa cap atau polos dan 23 ekor dengan cap yang kurang jelas.
Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Ndjoka mendampingi Bupati Paulus SK Limu memberikan keterngan pers terkait keberadaan 102 ekor kuda di Watu Asa (Foto: istimewa)
Rangkaian temuan tersebut menjadi dasar Pemkab Sumba Tengah untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum. Pemerintah perlu memastikan dari mana setiap kuda berasal dan siapa pemilik sahnya.
Pemkab Sumba Tengah menegaskan, persoalan keberadaan kuda-kuda tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan. Proses itu dilakukan untuk memastikan asal-usul dan status kepemilikan masing-masing ternak, sebelum menentukan langkah berikutnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
