102 Kuda di Penampungan Watu Asa Jadi Sorotan, Pemkab Sumba Tengah Koordinasi dengan Aparat Hukum

Dion. Umbu Ana Lodu
Sebagian dari 104 ekor kuda yang disorot keberadaannya di desa Watu Asa, Sumba Tengah, NTT (Foto: istimewa)

WAIBAKUL, iNewsSumba.id - Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mulai membawa persoalan keberadaan 102 ekor kuda di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, ke tahap penelusuran lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan setelah pemantauan pemerintah menemukan adanya kuda yang memiliki keterkaitan dengan sejumlah kabupaten di Pulau Sumba. Asal-usul dan status kepemilikan ternak kini menjadi hal yang harus dipastikan.

Persoalan ini bermula setelah pemerintah memperoleh informasi mengenai keberadaan penampungan ternak kuda pada Minggu, 30 Agustus 2026. Pemkab Sumba Tengah kemudian langsung mengirim sejumlah pejabat terkait untuk mengecek kondisi di lokasi.

Wakil Bupati Sumba Tengah Umbu Djoka mengatakan pemerintah bergerak setelah menerima informasi tersebut.

“Sesaat setelah mendapatkan informasi pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, Kepala Badan Kesbangpol Sumba Tengah, Camat Mamboro, Kepala Bidang Produksi pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Ketua DPRD dan Bapak Rinto bersama teman-teman juga sudah berada di lokasi,” katanya dalam keterangan resmi Pemkab Sumba Tengah, Rabu (2/9/2026).

Dari pemeriksaan awal, ditemukan sebanyak 102 ekor kuda. Dua ekor kemudian dipindahkan ke Polsek Lamboro setelah berhasil diidentifikasi oleh pemiliknya.

Pemerintah tidak berhenti pada pengecekan awal. Pada Senin, 31 Agustus 2026, Pemkab Sumba Tengah menggelar rapat yang dipimpin langsung Wakil Bupati untuk menentukan langkah berikutnya.

Hasil rapat tersebut memutuskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Satpol PP dan Damkar serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

Dari pemantauan itu, petugas menemukan 46 ekor kuda jantan dan 56 ekor betina. Selain itu, terdapat indikasi keterkaitan ternak dengan Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Identifikasi juga dilakukan melalui KTP pemilik, surat keterangan serta tanda cap pada kuda. Bahkan ditemukan 24 ekor tanpa cap atau polos dan 23 ekor dengan cap yang kurang jelas.


Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Ndjoka mendampingi Bupati Paulus SK Limu memberikan keterngan pers terkait keberadaan 102 ekor kuda di Watu Asa (Foto: istimewa)

 

Rangkaian temuan tersebut menjadi dasar Pemkab Sumba Tengah untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum. Pemerintah perlu memastikan dari mana setiap kuda berasal dan siapa pemilik sahnya.

Pemkab Sumba Tengah menegaskan, persoalan keberadaan kuda-kuda tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan. Proses itu dilakukan untuk memastikan asal-usul dan status kepemilikan masing-masing ternak, sebelum menentukan langkah berikutnya.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network