Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Ditresnarkoba Polda NTT akan memberikan dukungan maksimal apabila ditemukan indikasi jaringan peredaran narkoba yang melibatkan pelaku lebih luas. Sinergi antara Polda NTT dan Polres Sumba Timur diharapkan mampu mempercepat pengungkapan perkara sekaligus memutus mata rantai distribusi narkotika di daerah.
Selain menyoroti aspek penindakan, tim supervisi juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan Satresnarkoba Polres Sumba Timur dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Inovasi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.
Tim supervisi juga memberikan sejumlah masukan teknis agar kualitas penyelidikan dan penyidikan semakin optimal. Kelengkapan berkas perkara, penguatan manajemen penyidikan, hingga optimalisasi Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan sekolah menjadi perhatian utama.
Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur Iptu I Gede Putu Parwata menyambut baik berbagai arahan dan evaluasi yang diberikan. Menurutnya, supervisi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih profesional, presisi, dan tidak ada ruang bagi narkoba di Sumba Timur," ujar Iptu I Gede Putu Parwata.
Penguatan koordinasi antara Polda NTT dan Polres Sumba Timur diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga wilayah Sumba Timur tetap bersih dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan narkoba yang berpotensi merusak generasi muda.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
