WAINGAPU, iNewsSumba.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (12/7/2026) malam. Getaran gempa terasa di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Sumba Barat hingga Kabupaten Sumba Timur, sehingga membuat warga yang tengah beraktivitas malam terkejut.
Berdasarkan rilis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.20.25 WIB atau sekitar pukul 21.20 Wita. Episentrum berada di koordinat 9,65 Lintang Selatan dan 119,37 Bujur Timur, sekitar 2 kilometer barat daya Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, dengan kedalaman 13 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Meski demikian, guncangan cukup dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Sumba.
Sejumlah warga di Kota Waingapu mengaku sempat panik ketika merasakan getaran yang membuat kursi dan benda-benda di dalam rumah bergoyang.
"Lumayan buat kaget gempanya. Guncangannya bikin kursi tempat duduk goyang, untung tidak seberapa lama," ujar seorang warga yang sedang menikmati makan malam di sebuah warung nasi goreng di kawasan Payeti, Sumba Timur.
Kesaksian serupa datang dari warga Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Menurutnya, durasi gempa yang singkat menjadi alasan mengapa kepanikan tidak berlangsung lama.
"Untung hanya beberapa detik guncangannya. Kalau sampai lebih dari 30 detik atau satu menit, tentu dampaknya bisa lebih dahsyat," katanya.
Di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, warga juga merasakan getaran yang membuat lampu gantung bergoyang. Meski sempat membuat penghuni rumah waspada, kondisi kembali normal beberapa saat kemudian.
"Ini lampu gantung sampai goyang-goyang, untung tidak lama," kata Dela, warga Kambaniru.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
