Menurut Yonathan, karakter wilayah Sumba Timur yang rawan angin kencang di musim tertentu menuntut kesiapsiagaan semua pihak. “Mitigasi dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci, karena sebagian besar kejadian berlangsung tiba-tiba,” katanya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memastikan data korban valid dan bantuan tepat sasaran. Pendataan dilakukan secara berlapis untuk menghindari tumpang tindih.
Rangkaian kejadian ini menjadi pengingat bahwa potensi bencana di Sumba Timur bukan sekadar ancaman musiman, melainkan realitas yang harus dihadapi dengan kesiapan sistem dan kesadaran bersama.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
