Di tengah perbedaan sikap politik, Daniel mengingatkan bahwa tujuan utama tetap sama: memastikan rakyat memiliki peran sentral dalam demokrasi. Karena itu, setiap keputusan tentang format pilkada harus lahir dari kajian kuat, bukan sekadar kompromi politik.
Ia juga menilai pentingnya pemerintah menjaga ruang dialog tetap terbuka. Dengan melibatkan publik, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, maka keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan bangsa.
Pada akhirnya, baik PDIP maupun PKB sama-sama menempatkan demokrasi sebagai hal utama. Perbedaan pandangan justru menjadi bagian dari dinamika politik sehat yang menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih hidup dan terus mencari bentuk terbaiknya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
