Konektivitas Udara Sumba Bergeser, Warga Kini Harus Bertumpu ke Tambolaka

Dion. Umbu Ana Lodu
Pesawat Boeing Batik Air disambut water Salute saat cermeonial terbang perdana ke Bandara Lede Kalumbag. Bupati SBD dan warga setempat bahkan Pemkab Sumba Barat dan Sumba Tengah sambut gembira penuh antusias-Foto Kolase: Prokompi SBD/iNews Sumba

SUMBA, iNewsSumba.id—Perubahan rute penerbangan membuat peta mobilitas masyarakat Pulau Sumba bergeser. Jika sebelumnya Waingapu menjadi salah satu pintu utama, kini Tambolaka mengambil peran sentral sebagai jalur ke Bali dan koneksi ke jaringan penerbangan nasional.

Ketiadaan rute Denpasar–Waingapu membuat masyarakat Sumba Timur harus beradaptasi. Mereka yang ingin terbang ke Bali kini harus transit melalui Kupang atau memilih perjalanan darat berjam-jam menuju Bandara Lede Kalumbang (Tambolaka).

Situasi ini bukan sekadar persoalan teknis penerbangan, tetapi berpengaruh pada aktivitas bisnis, pariwisata, dan mobilitas keluarga. Banyak warga mengeluh terkait biaya perjalanan yang tinggi juga waktu tempuh yang cukup lama.

Wings Air yang selama ini menjadi tumpuan Waingapu menarik seluruh jadwal Bali. Sriwijaya Air yang sempat hadir pun menghilang setelah hanya sebulan beroperasi.

Kepala Bandara Umbu Mehang Kunda, I Made Sutamayasa, membenarkan kondisi itu. “Wings Air tidak lagi melayani Denpasar–Waingapu. Sriwijaya juga sudah berhenti sejak awal November,” ujarnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network