JAKARTA, iNewsSumba.id — Di balik viralnya pita hitam yang berseliweran di media sosial, tersimpan kegelisahan mendalam para dokter anak Indonesia. Aksi yang diinisiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bukan sekadar simbol duka, melainkan gugatan moral terhadap kebijakan pemerintah.
Pemberhentian dr Piprim Basarah Yanuarso menjadi pemantik. Namun bagi IDAI, persoalannya lebih luas dari sekadar satu nama.
Isu utama yang mereka soroti adalah independensi kolegium pendidikan kedokteran, yang menurut organisasi profesi harus bebas dari intervensi birokrasi.
IDAI menyebut perjuangan tersebut sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang memperkuat posisi independensi kelembagaan profesi.
“Gunakan twibbon (pita hitam) untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi dan menunjukkan keprihatinan kita,” tulis IDAI.
Dalam pernyataannya, IDAI juga menyoroti tekanan yang dialami sejumlah tokoh internal organisasi.
“Kali ini birokrasi menunjukkan wajahnya yang tidak segan-segan menekan dan menyalahgunakan kekuasaan,” tegas mereka.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
