Polemik ini terjadi di bawah kepemimpinan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang belakangan gencar melakukan reformasi sektor kesehatan.
Namun di sisi lain, para dokter anak melihat ada risiko tergerusnya otonomi profesi.
“Bagaimana kita harus menyikapi? Seperti sumpah dokter yang kita lafalkan, maka hari ini kita tunjukkan solidaritas,” lanjut pernyataan tersebut.
Aksi pita hitam kini menjadi simbol kesadaran kolektif: bahwa menjaga mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan anak tidak bisa dilepaskan dari independensi profesi.
Di tengah perdebatan yang belum usai, publik menanti, apakah polemik ini akan bermuara pada dialog konstruktif, atau justru memperlebar jarak antara pemerintah dan organisasi profesi.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
