Nomor Pengaduan Dibuka, Satresnarkoba Ajak Pelajar Sumba Timur Jadi Mata dan Telinga Perangi Narkoba
Selain membuka layanan pengaduan, polisi juga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai ciri-ciri peredaran narkoba serta modus yang sering digunakan para pelaku untuk mencari korban baru.
Materi tersebut disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami para pelajar yang sebagian besar baru pertama kali mendapatkan edukasi langsung dari aparat penegak hukum.
Parwata menegaskan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk keluarga, sekolah dan pergaulan sehari-hari.
“Narkoba merusak masa depan. Sekali mencoba, kalian bisa kehilangan segalanya. Karena itu jangan pernah mencoba dan jangan takut melapor,” tegasnya.
Pihak sekolah menyambut baik pendekatan partisipatif yang dilakukan kepolisian. Menurut mereka, keterlibatan siswa dalam gerakan anti narkoba dapat memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap siswa-siswi di sini bisa menjadi agen P4GN di sekolah dan lingkungan rumah masing-masing. Jangan sampai Sumba Timur kehilangan generasi terbaiknya karena narkoba,” ujar Devid Hartono Kalumbang, selaku Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Waingapu.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi anti narkoba serta komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dari ancaman narkotika dan obat-obatan terlarang.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu