get app
inews
Aa Text
Read Next : Produksi 52.800 Ton per Tahun, Tambak Udang Sumba Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Ekspor

Investor Asal China Siap Tanam Modal Rp2,8 Triliun di PSN Tambak Udang Sumba Timur

Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:02 WIB
header img
Proyek Stategis Nasional Tambak Udang Terintegrasi di Desa Palakahembi akan juga didukung oleh investasi dari China senilai Rp2,8 M. Rencana itu diungkapkan Tina Maria, perwakilan Guangdong Evergreen Group (Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba)

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Proyek Strategis Nasional (PSN) Tambak Udang Modern Terintegrasi di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, kembali menarik perhatian investor internasional. Guangdong Evergreen Group menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi senilai USD158 juta atau setara sekitar Rp2,8 triliun di kawasan tersebut.

Komitmen itu ditandai dengan penyerahan Letter of Intent (LOI) sebagai dokumen awal yang menyatakan keseriusan perusahaan dalam menjalin kerja sama investasi di proyek tambak udang modern yang tengah dibangun pemerintah.

Penyerahan LOI dilakukan dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di lokasi proyek tambak udang terintegrasi di Laipori, Desa Palakahembi, Kamis (30/7/2026).

Perwakilan Guangdong Evergreen Group, Tina Maria, menegaskan investasi yang direncanakan mencakup seluruh rantai usaha perikanan, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

"Dalam kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan komitmen kami, letter of intent dari Guangdong Evergreen Group, diwakili oleh saya untuk menyampaikan keinginan kami berinvestasi, dari hulu sampai hilir, sebesar total investasi rencana kami, USD 158 juta atau equal setara dengan rupiah 2,8 triliun," tegas Tina Maria.

Menurut Tina, langkah investasi tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor perikanan nasional melalui peningkatan produksi pangan berbasis kelautan.

"Misi daripada Presiden Prabowo melalui Menteri Sakti Wahyu Terenggono sangat jelas bahwa perikanan Indonesia harus maju, ketahanan pangan harus disupport atau didukung, salah satunya dengan kesediaan protein yang paling banyak di Indonesia, yaitu kekuatan maritim kita dari ikan," ujarnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut