Kios BBM Eceran di Kanatang Terbakar, Empat Jenazah Ditemukan di Antara Puing Bangunan
WAINGAPU, iNewsSumba.id – Suasana duka hingga kini masih menyelimuti warga RT 02 Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT, setelah empat warga ditemukan meninggal dunia dalam kebakaran kios BBM eceran, Rabu (4/6/2026) dini hari lalu.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA itu menghanguskan bangunan kecil berukuran sekitar 3x4 meter yang selama ini menjadi tempat usaha sekaligus tempat beristirahat keluarga korban. Korban yang tewas merupakan satu keluarga.
Informais yang dihimpun di sekitar TKp menyebutkan, warga yang melihat kobaran api sempat berupaya memberikan pertolongan. Mereka bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya meski dihantui risiko ledakan karena bangunan tersebut digunakan untuk menjual BBM eceran.
Api yang terus membesar membuat warga kesulitan mendekati bangunan. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan gedek mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian kios.
Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, warga dikejutkan dengan penemuan empat jasad di antara puing-puing bangunan yang sudah rata dengan tanah.
Korban diketahui merupakan pasangan suami istri bersama dua anak yang berada di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.
Penemuan jasad para korban membuat suasana di lokasi berubah haru. Sejumlah warga terlihat menangis dan tidak kuasa menyaksikan kondisi korban yang hangus terbakar.
Tidak lama kemudian aparat kepolisian tiba dan langsung memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian.
Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional guna mengungkap penyebab kebakaran.
"Kami meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Saat ini seluruh fakta dan keterangan saksi masih kami dalami untuk memperoleh gambaran yang utuh terkait peristiwa tersebut," katanya pada wartawan ketika dikonfirmasi terpisah di Mapolres setempat.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi kebakaran paling memilukan yang terjadi di wilayah Waingapu sepanjang tahun 2026.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu