Retak Sejak Dua Hari, Jalan Nasional Naibonat Akhirnya Ambruk
KUPANG, iNewsSumba.id — Retakan kecil yang sempat dianggap sepele di ruas jalan nasional KM 36 Naibonat akhirnya berubah menjadi bencana infrastruktur. Kamis (26/3/2026) pagi, badan jalan itu ambruk, meninggalkan lubang besar yang mengganggu arus transportasi lintas wilayah di Pulau Timor.
Padahal, tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak Selasa (24/3/2026). Retakan memanjang di badan jalan menjadi peringatan awal. Namun, tidak ada langkah darurat yang mampu mencegah kerusakan yang lebih besar.
Ketika jalan itu akhirnya amblas, dampaknya langsung terasa luas. Jalur ini merupakan akses strategis yang menghubungkan Kota Kupang dengan berbagai kabupaten di Timor daratan hingga ke perbatasan negara.
Arus kendaraan pun terpaksa dihentikan. Aparat dan warga berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas secara sembarangan di atas jalan yang sudah rapuh.
Bagi pengendara sepeda motor, melintas masih mungkin, meski dengan risiko tinggi. Namun bagi kendaraan roda empat, jalur tersebut praktis tertutup total.
Situasi ini memaksa pengendara mencari alternatif. Desa Nunkurus menjadi jalur pengalihan, meski jaraknya lebih jauh dan kondisi jalannya tidak ideal untuk kendaraan dalam jumlah besar.
Masalah baru muncul di jalur alternatif tersebut. Beberapa pengendara mengaku harus membayar karena jalan yang dilalui merupakan milik pribadi warga.
Fenomena ini memantik diskusi baru tentang akses publik dan infrastruktur darurat. Di saat krisis, batas antara kepentingan umum dan kepemilikan pribadi menjadi kabur.
Vera (36), salah satu pengendara, merasakan langsung dampak tersebut. Ia harus menunda perjalanan dan mencari cara agar tetap bisa mencapai tempat kerjanya.
“Sempat tertahan beberapa menit. Saya lihat jalannya sudah sangat berbahaya. Kalau mobil memang tidak bisa lewat,” katanya.
Sementara itu, warga setempat mulai berharap pada intervensi cepat pemerintah. Kabar bahwa Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, akan turun langsung ke lokasi menjadi perhatian tersendiri.
Warga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting: bahwa retakan kecil di jalan nasional tidak boleh diabaikan, karena dampaknya bisa meluas hingga lintas negara.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu