get app
inews
Aa Read Next : Pemkab Sumba Timur Berupaya Maksimalkan Kepedulian Pada Pemenuhan Hak Anak

Geliat Pasar Prailiu Dimeriahkan Tari Padoa, Bupati Sumba Timur Terkenang Masa Muda

Senin, 12 Juni 2023 | 23:19 WIB
header img
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing menari Padoa berbaur dengan pejabat Pemkab dan masyarakat yang hadir dalam pentas tarian khas suku Sabu Raijua di pelataran Pasar Prailiu - Foto : Tangkapan layar Youtube Prokopim Sumba Timur

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id Pasar Prailiu yang dibangun dengan anggaran sebesar lebih dari Rp1,2 Miliar berkontruksi semi permanen di Pada Dita, Kelurahan Praliu, Kabupaten Sumba Timur sudah beberapa pekan tak lagi sunyi. Pasar yang diharapkan bisa jadi sentra ekonomi baru di pesisir pantai dan hutan bakau itu perlahan mulai menggeliat.

Geliat aktifitas warga dalam bidang ekonomi dan sosial kemasyarakatan di pasar yang hingga kini proses pembangunannya masih dalam bidikan penyidik Unit Tipikor Polres Sumba Timur itu bahkan dimeriahkan dengan aktifitas budaya berupa tarian massal khas suku Sabu Raijua. Tarian Padoa menyemarakkan Pasar yang dulunya semppat sepi bak rumah hantu itu. Kemeriahan Padoa bahkan membuat Khristofel Praing, Bupati Sumba Timur terkenang masa mudanya.

“Bagi saya menghadiri acara Padoa seperti ini, seperti nostalgia di masa muda. Betapa tidak, ketika tahun 79 dan 80 – an kalau ada Padoa di Kambaniru dulu belum ada bemo kita jalan kaki dulu. Bukan karena ada Padoanya tapi karena yaa itulah, adalah sedikit,” ungkap Khristofel berseloroh yang disambut tepukan tangan dan riuh warga serta undangan yang hadir dalam kegiatan budaya Padoa di pelataran Pasar Prailu, Minggu (11/6/2023) malam lalu.

Lebih jauh Bupati mengatakan, Padoa selain untuk pelestarian budaya juga mengandung nilai kebersamaan, senasip dan sepenanggungan. Juga hal positif lainnya yang bisa dikomunikasikan anatra para pihak yang bertemu dalam arena Padoa.

Terkait pelaksanaannya di pelataran Pasar Prailiu, Bupati dalam sambutannya di acara yang juga dihadiri oleh Sekda Umbu Ngadu Ndamu dan Kepala Bependa, Dominggus bandi serta sejumlha pejabat di lingkup Pemkab Sumba Timur juga menegaskan harapannya. Selain pasar menjadi lebih ramai juga ekonominya akan menggeliat.

 

“Kalau hari ini baru lagi pasar ini boleh ramai lagi saya pikir, kita  merefresh ke belakang ketika pasar inpres dulu pertama dibangun yang ada hanya orang – orang atau saudara – saudara kita dari Bima. Orang – orang asli pada waktu lalu belum ada,” tuturnya.


Warga menari Padoa di pelataran Pasar Prailu. Padoa merupakan tarian khas susku Sabu Raijua dan lazimnya digelar malam hari yang menggambarkan sukacita dan kebersamaan - Foto : Tangkapan layar youtube Prokopim Sumba Timur

 

“Kalau hari ini orang masih ogah untuk berjualan di sini, saya yakin dan percaya, 5 tahun 10 tahun yang akan datang orang akan berlomba – lomba untuk mendapatkan lapak di sini. Oleh karena itu yang sudah berjualan di sini yakinlah, bahwa ada harga yang harus dibayar, kalau 5, 10 tahun yang akan datang Bapak, ibu, suadara – saudari sekalian yang sudah menempati lapak ini pasti mendatangkan manfaat nilai tambah secara ekonomi,” papar Khristofel lenbih lanjut yang kembali mendapatkan aplaus hadirin.   

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut