Oleh karena itu papar Petrus, GWA KH Destroyer dibentuk untuk membina wartawan harus dinilai sebagai kebohongan dan atau isapan jempol.
“Di GWA KH-Destro, kita tidak menemukan karakter dan performa positif wartawan untuk kepentingan kamtibmas, malah sebaliknya menciptakan situasi gaduh, kontraproduktif, bahkan keterbelahan masyarakat, sehingga jauh melenceng dari makna pembinaan itu sendiri, yaitu untuk menghasilkan sumber daya manusia wartawan yang bermutu,” urainya Petrus.
“Dengan demikian Kapolri dan Kapolda NTT harus segera menonaktifkan AKBP Yudha Pranata dari jabatan Kapolres Nagekeo, untuk menyudahi kegaduhan, keresahan dan ketidaknyamanan masyarakat Nagekeo, menerjunkan tim Propam untuk melakukan tindakan kepolisian terhadap diri Yudha Pranata dan seluruh anggota GWA KH Destroyer dengan menyita seluruh Handphone yang mereka gunakan dalam GWA KH Destroyer,” pungkas Petus.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu