Dongkrak Ekonomi Desa Binaan, Bank NTT Cabang Waikabubak Gandeng Bumdes

Yunia Boling, Dionisius Umbu Ana Lodu
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 22:04 WIB
Perangkat Desa dan Pengurus BUMDES Mada Ole, Desa Wetana bersama pejabat Bank NTT Cabang Waikabubak (Foto : Yunia Boling)

SUMBA BARAT, iNewsSumba.id – Tumbuh kembangnya ekonomi di pedesaan tentu akan lebih cepat geliatnya jika melibatkan aneka stakeholder. Sebagai salah satu lembaga ekonomi, Bank NTT Cabang Waikabubak, juga ingin terlibat dalam mendongkrak ekonomi desa. Salah satu cara yang ditempuh adalah lewat desa binaan dan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Salah satu desa binaan dan Bumdes yang digandeng Bank NTT Cabang Waikabubak adalah Bumdes Mada Ole, Desa Wetana, Kecamatan Laboya Barat Kabupaten, Sumba Barat Rabu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan memanfaatkan lahan tidur untuk usaha perkebunan.

Kepala Desa Wetana,  Petrus Raga Uma,  Rabu (3/8/2022) mengatakan, sejak 2019 diketahui ada puluhan hektare lahan tidur milik masyarakat. Pemerintah desa lalu berinisiatif membentuk unit usaha perkebunan dengan komoditasnya yaitu padi gogoh. 

Adapun Desa yang termasuk wilayah paling selatan dari Waikabubak, ibu kota Kabupaten itu mulai menggiatkan lahan tidur selain lahan pertanian lainnya yang juga tak kalah luasnya. Menanam padi gogoh adalah salah satu komoditi yang dikembangkan.

"2019 mulai penanaman padi gogoh di lahan tidur tersebut, dan mulai menghasilkan padi yang ternyata wangi dan enak saat dimasak menjadi nasi. Selain itu, berasnya juga dijual ke pasar - pasar bahkan sampai antar kabupaten yakni kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya,” jelas Petrus.

Keseriusan pemerintah desanya akhirnya dilirik oleh Bank NTT Cabang Waikabubak. Kegigihan pemerintah dan warga desa setempat akhirnya juga dilihat sebagai potensi yang perlu untuk dikembangkan terus. Bank NTT kemudian tertarik untuk menjadikan Desa Wetana Sebagai Desa Binaan.

Ketut Edy Suryantha,  Pjs Kepala Cabang Bank NTT Waikabubak, mengatakan potensi dan kegigihan warga  serta aparat desa itu kemudian menjadi pijakan  untuk desa itu ikut dalam ajang Festival Desa dan PAD tahun 2022.

Tak sampai di sini, Bank NTT  bahkan juga telah menyiapkan nama pada lebel padi gogo yakni Gogo Wangi Garo Wetana. Juga sementara menunggu ijin dari BPOM dan HAKI. Jika tahapan itu usai, maka selanjutnya akan disiapkan packing untuk keamanan dan kenyaman beras yang selanjutnya akan  dikonsumsi masyarakat secara lebih luas itu.

Tekad Pemerintah desa Wetana yang dihuni sekira 3 ribu jiwa itu  untuk meraih mimpinya kini telah pula sampia pada tahapan pertama penilaian oleh juri Festival Desa Binaan.   Semangat warga dan pemerintah desa itu terus mnedapatkan dukungan oleh Bank NTT yang menaruh kepedulain bagi tumbuh kembangnya UMKM di Desa Wetana.

Dukungan Bank NTT Cabang Waikabubak diantaranya dalam bentuk pendampingan dan bimbingan manajemen khususnya bagi Bumdes. Juga terus memberikan sosialisasi menjadi agen ‘Laku Pandai’ juga produk milik Bank NTT lainnya.

“ Beberapa indikator dalam penilaian Desa Binaan diantaranya data dan potenai desa binaan, rencana dokumen pembinaan, tingkat partisipasi dan keterlibatan masyarakat serta para pihak, peran kelompok terhadap pendampingan kelompok desa binaan,usaha ekonomi produktif kelompok,” urai Ketut .

“Tak hanya dalam pertanian, ada pula anggaran Desa untuk pengembangan tenun dan anyaman. Kami tambah semangat, karena Juri  turun dalam penilaian langsung  ke lapangan ketika kami menjadi alah salah peserta Festival Desa dan PAD tahun 2022,” pungkas Petrus.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Bagikan Artikel Ini