Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rusak Menuju Kecamatan, Internet Desa Bantu Siswa SMPN Satap Langira Ikuti Gladi TKA
Advertisement . Scroll to see content

Geliat Tambang Emas Ilegal Matawai La Pawu, Nama Wakil Bupati Sumba Timur Turut Terseret Isu Beking

Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:27 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Geliat Tambang Emas Ilegal Matawai La Pawu, Nama Wakil Bupati Sumba Timur Turut Terseret Isu Beking
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani memberikan penjelasan perihal namanya disebut sebagai beking dan pernah menerima dan membawa sampel untuk diuji ke Jakarta. Ia didampingi Camat Matawai La Pawu, Yance R. Wulang(Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini terus jadi sorotan. Di tengah kabar belum adanya langkah maju penegakan hukum bagi sejumlah oknum yang telah dipolisikan, isu yang lebih liar juga terus merebak. Nama Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, disebut-sebut ikut terseret.

Desas-desus itu bergulir dari mulut ke mulut, lalu berpindah ke media sosial. Warga menyebut praktik pendulangan emas liar di sejumlah desa masih berlangsung, seolah tak tersentuh hukum. Bahkan disebut ada 'upeti' mingguan untuk Camat dan Polsek setempat.  

Beberapa pihak bahkan mensinyalir ada pembiaran dari institusi terkait. Bahkan Nama Yonathan Hani juga muncul dalam percakapan digital yang kian riuh dalam sebulan terakhir.

Isu yang beredar menyebut adanya bongkahan material yang diserahkan untuk diuji kadar emasnya di Jakarta. Tuduhan itu menyasar langsung orang nomor dua di Sumba Timur tersebut.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pekan lalu, Yonathan Hani membantah keras tudingan tersebut.

“Kalau beking tidak, saya pastikan itu tidak pernah terjadi. Saya tidak pernah menjadi beking tambang dan lain sebagainya,” tegas Yonathan Hani di ruang kerjanya pekan silam.

Didampingi Yance R. Wulang, Camat Matawai La Pawu, dirinya mengakui pernah mendengar isu yang berkembang, termasuk tudingan bahwa dirinya menerima sampel emas dari Desa Karipi.

“Tapi ada yang pernah menawarkan kepada saya. Itu kecil, katanya ini barang dari Desa Karipi dan itupun saya tolak. Karena saya bilang itu barang ilegal,” ujarnya.

 

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut