Kampung Adat & Pantai Ratenggaro di SBD Masih Jadi Pilihan Utama Wisatawan

Rian Marviriks
.
Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:56 WIB
Pengunjung abadikan momen berlatar pantai dan kampung adat di Ratenggaro, Sumba Barat Daya (Foto ; Istimewa)

SUMBA BARAT DAYA, iNewsSumba.Id - Panorama alam di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bisa menghipnotis para wisatawan untuk betah dalam menikmatinya. Selain padang sabana terbuka, beberapa spot wisata lainnya terbilang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun manca negara.

 

Salah satu spot wisata yang relatif ramai dikunjungi pecinta wisatawan adalah Kampung adat Ratenggaro.

 

Wisata Kampung adat ini berada di Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo. Saat ini, Pengunjung bisa merasakan kenyamanan menuju destinasi wisata tersebut. Pasalnya, akses jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan, sudah diperbarui oleh pemerintah setempat.

 

Seorang wisatawan, Denny Ghunda mengaku, kampung adat Ratenggaro masih menjadi favorit dikarenakan  panorama alamnya yang masih pertahankan nilai budaya dan kearifan lokalnya. Hal ini ditandai dengan adanya kuburan batu tua yang berada disekitar area perkampungan.

 

"Ratenggaro itu tetap menjadi tempat favorit, saya kagum dengan keindahan dan keunikannya. Saya selalu rekomendasikan destinasi wisata ini jika ada kolega yang berkeinginan mengunjungi Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya ini," kata Denny saat ditemui, Jumat (15/7/2022).

 

Selain itu, Denny juga mengagumi keindahan pantai Ratenggaro yang memiliki butiran pasir halus. Pantai ini, tepatnya berada disekitar perkampungan adat tersebut.

 

Wisatawan bisa berpose di pesisir pantai dengan menjadikan menara Rumah Adat sebagai backroudnya. Tentunya, keindahan ini akan menjadi kelebihan wisata Kampung Adat Ratenggaro tersebut.

 

"Jika kita berada di Kampung adat Ratenggaro, pandangan mata akan dimanjakan oleh deburan ombak pantai disekitar kampung tersebut. Pastinya sangat mengagumkan," ujarnya.

 

Keamanan dan kenyamanan pengunjung, kata Denny, sangat terjamin. Aksesoris yang dipajangkan di kampung adat Ratenggaro dapat dijadikan ole-ole khas Sumba. Namun demikian, harga aksesoris tersebut masih terbilang mahal untuk dijangkau oleh wisatawan lokal.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Bagikan Artikel Ini