Pabrik tersebut dilengkapi teknologi fully automatic control. Fasilitas pengolahan juga memiliki unit dekolorisasi yang digunakan untuk menghasilkan gula dengan kualitas industri.
Saat beroperasi penuh selama musim panen, pabrik tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1.200 ton gula kristal putih dan gula kristal rafinasi setiap hari.
Managing Director PT MSM Budi Hediyana mengatakan, perusahaan memiliki target menjadikan Sumba Timur sebagai salah satu daerah penghasil tebu terbaik di Indonesia.
"Potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.
Menurut Budi, salah satu keunggulan tebu yang dikembangkan di Sumba Timur berada pada tingkat rendemennya. Rendemen tebu di wilayah tersebut disebut dapat mencapai 21 persen atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan rata-rata rendemen nasional.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
