Bantuan yang dibawa bukan hanya berupa bahan pangan seperti beras, minyak goreng, air mineral, kopi, dan mi instan. Pertamina juga membawa kasur lipat, selimut, handuk, lampu emergency, terminal listrik, tikar, sabun, sampo, pembalut wanita, hingga popok bayi.
Sesampainya di Palue, persoalan belum selesai. Kendaraan pengangkut bantuan tidak mampu menjangkau seluruh posko yang tersebar di delapan titik. Pemerintah Kecamatan, BPBD, dan kepolisian kemudian membantu mendistribusikan bantuan menuju lokasi-lokasi yang sulit diakses.
“Setiap perjalanan memiliki tantangannya sendiri. Namun, bagi kami, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Roy.
Camat Palue Rudolfus Riba mengapresiasi bantuan tersebut. Ia mengatakan kondisi Kecamatan Palue mengalami kerusakan fatal akibat gempa sehingga bantuan logistik sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kecamatan Palue mengalami kerusakan fatal. Dengan adanya bantuan dari Pertamina berupa logistik dan kebutuhan dasar lainnya, ini sangat membantu meringankan beban masyarakat kami. Terima kasih, Tuhan memberkati,” ujar Rudolfus.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
