KUPANG, iNewsSumba.id – Ancaman banjir rob kembali membayangi wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur. BMKG Maritim Tenau Kupang memprediksi air laut pasang berpotensi menggenangi kawasan pantai pada 24–26 Januari 2026.
Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya ketinggian muka air laut akibat fase Bulan Baru yang memperkuat pasang maksimum.
BMKG menjelaskan, banjir rob bukan sekadar genangan air biasa, melainkan luapan air laut yang dapat merusak fasilitas pesisir dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Pasang maksimum air laut berpotensi mempengaruhi dinamika pesisir, terutama di wilayah yang memiliki pemukiman dekat garis pantai,” tulis BMKG.
Sejumlah wilayah pesisir yang masuk zona waspada antara lain Flores, Alor, Sumba, Sabu Raijua, Timor, dan Rote.
BMKG menilai, aktivitas ekonomi pesisir seperti tambak garam dan perikanan darat berisiko terganggu akibat genangan air laut.
“Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut dan memperhatikan update cuaca maritim,” tulis BMKG.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
