Panggara Taungu, Hunusan Parang, dan Kayakka: Sumba Beri Teladan Dunia tentang Harmoni

Dion. Umbu Ana Lodu
Ritual Panggara Taungu di depan gerbang gedung PL untuk menyambut para tamu PNLH XIV WALHI yang diikuti lebih dari 500 organisasi dan 700-an peserta dari seluruh nusantara dan duta luar negeri -Foto Kolase: Dion. Umbu Ana Lodu

PNLH XIV menghadirkan 529 organisasi lingkungan. Mereka disambut bukan hanya dengan fasilitas gedung, tetapi juga dengan warisan peradaban yang hidup di Sumba.

Direktur Eksekutif WALHI Nasional, Zenzi Suhadi, menambahkan, Pulau Sumba memang istimewa. “Sumba menyimpan tujuh sendi peradaban Nusantara. Dari sini kita belajar bagaimana cara memulihkan Indonesia,” tegasnya.

Tujuh sendi yang dimaksud mencakup bahasa, tenun ikat, rumah adat, pangan, pengobatan tradisional, perkakas, hingga bela diri. Semua itu menjadi identitas yang masih dijaga dengan teguh.

Ritual Panggara Taungu dalam pembukaan PNLH XIV seolah memberi pesan: menjaga lingkungan dan budaya harus berjalan seiring. Dari Sumba, dunia belajar bahwa peradaban sejati bukanlah menaklukkan alam, melainkan hidup berdampingan dengannya.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network