Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengakui bahwa tingkat literasi anak-anak di Sumba Timur masih memerlukan perhatian khusus, mengingat data tahun 2017-2018 menunjukkan sekitar 30 persen siswa di kelas awal belum lancar membaca.
"Modifikasi pola pengajaran yang diperkenalkan YLAI diharapkan mampu mempercepat kemampuan baca anak-anak kita. Inovasi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumba Timur," ujar Umbu Lili.
Lebih lanjut, Bupati Umbu Lili menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program ini. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, dan keberhasilan program literasi ini tidak hanya terletak pada metode yang diterapkan, tetapi juga pada komitmen serta sinergi yang terbangun antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan komunitas.
Acara penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Sumba Timur, Kabag Hukum, dan Kabag Kerja Sama Setda Sumba Timur. Para pemangku kepentingan ini menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Membaca Berimbang yang diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Selain penandatanganan kerja sama, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas tantangan dan peluang dalam pelaksanaan program di lapangan. Para peserta yang hadir, termasuk perwakilan sekolah, diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan dan harapan mereka terhadap jalannya program ini.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait